Jual Bata Ringan Telp/SMS/WA 085732374354

Kami menjual Bata Ringan / Hebel dengan harga yang murah namun dengan mutu yang berkualitas. Hubungi kami untuk info lebih lanjut. Melayani pengiriman ke berbagai wilayah di Jawa Timur seperti Pare, Kediri, Tulungagung, Madiun, Jombang dll. Baca fungsi, kelebihan dan cara memilih bata ringan yang baik

 

 

Apakah yang dimaksud dengan Bata Ringan

Bata ringan / hebel dikenal sebagai bahan bangunan untuk membentuk dinding. Material ini memiliki fungsi yang sama seperti halnya jenis batu bata lainnya. Hanya saja ada beberapa perbedaan, mulai dari bahan bakunya, strukturnya, kekuatannya, dan berbagai kelebihan serta kekurangannya. Sesuai dengan namanya, material bangunan yang satu ini memiliki berat yang jelas lebih ringan dibandingkan dengan jenis batu bata pada umumnya. Sedangkan untuk pemasangan, ukuran, hingga macam-macam jenisnya bisa disimak pada ulasan di bawah ini.

 

Penggunaan Bata Ringan / Hebel untuk Bangunan

Hebel sendiri sebenarnya merupakan produk dari Joseph Hebel asal Jerman. Namun banyak masyarakat yang menyebutnya nama tersebut untuk jenis dari beton yang tidak berat ini, berikut penjelasannya.

Video di bawah ini adalah cara pemasangan Bata Ringan Hebel

 

Sejarah bata ringan

Tahun 1923, beton konsentrat ini pertama kali di kembangkan sebagai alternatif bahan bangunan. Diawali di negara Swedia dengan tujuan untuk mengurangi penebangan pohon yang biasa dilakukan untuk membangun dinding kayu. Selanjutnya material bangunan tersebut kembali dikembangkan di Jerman oleh Joseph Hebel. Walaupun tren penggunaan material bangunan ini belum lama, beton konsentrat yang kuat ini sudah ada di Indonesia sejak tahun 1995. Pembuatan bahan bangunan tersebut dilakukan di industri yang ada di Karawang, Jawa Barat. Pertama kali dibuat dalam jenis ACC atau autoclaved aerated concrete dan kemudian ada lagi jenis CLC atau cellular lightweight concrete. Perbedaan dua jenis material bangunan tersebut terletak pada proses pematangan. Jenis AAC menggunakan oven bertekanan tinggi, sedangkan CLC mengandalkan pengeringan secara alami.

Jenis ACC

Beton seluler yang dibuat dari campuran semen, kapur, pasir kuarsa, gypsum, alumunium pasta, dan air. Campuran bahan baku tersebut kemudian dipotong sesuai ukuran dan akan dimasukan ke autoclave chamber. Pemotongan dilakukan menggunakan mesin sehingga ukurannya lebih presisi. Reaksi kimia akan terjadi pada campuran bahan-bahan tersebut. Menghasilkan gas hidrogen yang berupa gelembung udara yang membuat adonan beton berkembang dua kali lebih besar. Gas hidrogen akan terlepas dan digantikan udara yang menjadikan beton ini memiliki berat yang lebih kecil. Proses kimia tersebut memakan waktu sekitar 7 hingga 8 jam hingga adonan mengembang. Autoclave chamber merupakan sebuah tempat yang memiliki uap panas dengan suhu sekitar 180 derajat. Adonan akan dikeringkan dengan uap tersebut dan membuatnya benar-benar matang atau kering.

Jenis CLC

Jenis material bangunan yang selanjutnya adalah CLC. Berbeda dengan ACC yang menggunakan autoclaved chamber, jenis CLC ini mengandalkan proses curing secara alami. Pabrikasi dan juga peralatan yang digunakan juga lebih standar dan bisa dilakukan di pabrik beton konvensional. Dibuat dari campuran semen, pasir, air, dan foam atau busa. Foam tersebut memiliki fungsi untuk membungkus udara yang menjadikan beton ini mengembang. Pasir yang digunakan untuk membuat CLC bisa berukuran 2, 4, 6, atau 8 mm. Bahan baku pasir inilah yang akan menentukan kepadatan dari jenis CLC. Tekanan atmosfer yang mempengaruhi kelembapan akan membuat beton semakin kuat. CLC memang masih kalah ringan dengan jenis AAC. Namun jenis CLC tetap memberikan pengurangan untuk tekanan pada bangunan. Tidak hanya tekanan yang berkurang, material bangunan ini juga memiliki sifat tahan api. Pemasangan lebih mudah dan tidak terlalu sulit untuk menancapkan paku atau sekrup.

 

Fungsi bata ACC dan CLC

Fungsi dari material ini tentu saja untuk membangun dinding rumah. Salah satu jenis material yang sekarang memang sedang populer untuk bangunan rumah. Sebelumnya, penggunaan bahan bangunan tersebut lebih banyak diaplikasikan untuk pembangunan gedung-gedung tinggi. Namun sekarang masyarakat biasa yang ingin membangun rumah petak juga bisa menggunakan material bangunan modern ini. Untuk pemasangannya juga tidak membutuhkan adukan semen dan pasir. Cara mengaplikasikan bahan bangunan ini terbilang praktis, hanya menggunakan adonan acian untuk menempelkan atau merekatkan satu dengan lainnya. Tidak jarang, penggunaan bahan bangunan ini juga memiliki fungsi untuk mempercepat proses pengerjaan.

 

Kelebihan bata ringan / hebel

Kelebihan dari ACC maupun CLC antara lain adalah tidak terlalu berat seperti jenis material bangunan lainnya. Selain itu konstruksi dari ACC dan CLC cukup kuat dan lebih tahan terhadap guncangan. Tidak hanya itu, ada beberapa kelebihan yang diperoleh karena bobotnya yang tidak seberat bahan bangunan lainnya. Untuk transportasi menjadi lebih mudah karena mengangkatnya tidak membutuhkan tenaga besar seperti bahan bangunan pada umumnya yang berat. Jika dilihat dari ukurannya, material ini memiliki bentuk yang presisi karena dibuat dengan mesin. Ukuran dan bentuk yang presisi tersebut akan mempermudah proses pemasangan dan bisa mengurangi material yang tidak terpakai. Tukang bangunan pun dapat lebih cepat menyelesaikan pembangunan dan bisa menghemat anggaran atau biaya. Material ini bisa mengurangi biaya karena tidak membutuhkan adonan semen dan pasir yang banyak. Cukup memberikan perekat dengan adonan semen atau acian saja. Melihat komposisi atau bahan bakunya, konstruksi bangunan akan menjadi lebih kuat, tahan terhadap suhu tinggi, dan juga tahan api.

Baca: Tips Memilih Paving Block

 

Tips memilih bata ringan / hebel

Sebenarnya ACC memiliki kualitas yang lebih bagus karena penggunaan pasir kuarsa atau pasir silika. Berbeda dengan CLC yang menggunakan pasir biasa atau pasir kali. Jika Anda ragu, berikut beberapa tips untuk memilih material ini.

  • Pilihlah yang memiliki warna putih bersih. Warna tersebut menandakan bahwa proses pematangan dilakukan secara sempurna.
  • Tes dengan menusukkan paku untuk mengecek kekuatan. Jika terlalu mudah ditancapkan paku, bisa jadi bahan bangunan tersebut kurang bagus.
  • Ukuran juga harus sama atau presisi. Ukuran standar umumnya 60 cm x 20 cm dengan ketebalan antara 7,5 sampai dengan 20 cm. Sedangkan untuk yang jumbo, panjang dan lebarnya adalah 60 cm dan 40 cm dengan tebal antara 7,5 cm hingga 20 cm.
  • Tes dengan air untuk mengecek ketahanan. Material yang bagus akan mengapung atau mengambang saat dimasukan ke dalam air. Hal tersebut menandakan bahwa air tidak merembes ke dalamnya.

Penggunaan bata ringan / hebel memang memberikan banyak keuntungan. Pastikan pemilihan dan pemasangannya dilakukan dengan benar. Untuk produk yang terjamin kualitasnya, Anda bisa memilih yang sudah lulus SNI atau uji sertifikat internasional.

Jual Bata Ringan Telp/SMS/WA 085732374354

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *